WAKTUNYA MENCUCI ( 2 )

 

Setelah melewati uji ketahanan dengan mesin cuci sebanyak 7x, bagian satu.

Sekarang saatnya Dek Dipi lanjutkan dengan evaluasi bagian dua yang berisi pengujian cuci sebanyak 20x.

Sebelum menyentuh nominal 20 kali pun, semestinya kwalitas hasil cetak sudah terlihat.

Jika memang proses cetak tidak benar dan tintanya tidak bagus, hasil cuci pasti sudah luntur atau mengalami penurunan warna yang signifikan.

Namun hal ini tidak saya jumpai sampai tahap ini.

Karena No Pict = Hoax, maka:

Kondisi sebelum dicuci

 

Kondisi setelah pencucian ke 20

Berdasarkan hasil 20x cuci nyaris tidak terlihat penurunan warna, hanya saja serat kain dari kaos mulai nampak keluar, atau naik ke atas permukaan. Paling jelas bisa disaksikan di tangan kiri karakter Megitsune.

Okey saya jelaskan, hal seperti ini wajar terjadi.

Sebagai pembanding: tinta sablon manual yang berbasis air dengan karakteristik meresap pori-pori yaitu Fasdey dan Super White juga mengalami ini setelah beberapa kali pencucian.

Karakteristiknya memang berbeda jika dibandingkan tinta sablon manual seperti Ruber atau cetak digital seperti Polyflex yang menutup permukaan pori-pori kain secara kokoh, sehingga bulu kaosnya tertahan dan tidak nongol ke atas.

Meski serat nampak keluar, tapi sama sekali tidak menggangu tampilan hasil cetak apalagi menggangu penampilan pemakainya, hehe.

Berdasarkan pengalaman saya, justru banyak calon pembeli yang mendambakan hasil cetak seperti ini karena halus diraba, tidak gerah, dan elegan.

Kiri sebelum dicuci, kanan setelah dicuci sebanyak 20 kali. Lakukan gerakan jari mencubit ke luar untuk memperbesar detail

Beranjak dari 20x, saya akan mewartakan hasil cuci ke 50x di postingan WAKTUNYA MENCUCI bagian 3.

Tapi tidak sekarang ya, sementara bisa ditunggu sambil nyanyi: IJIME, DAME! IJIME, DAME! DAME! DAME! DAME! \m/