TENTANG D.T.G

Pembaca: "Dek Dipi, DTG itu apaan sih? Kok kayaknya ngehitz banget."

Dek Dipi: "Jadi begini, mas/mba. DTG adalah singkatan Direct To Garment, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Langsung ke Pakaian. Dibilang langsung karena desain dicetak oleh piranti cetak elektronik (printer) di atas pakaian tanpa melalui perantara apapun."

*kalau ada yang mau pake infografis di atas boleh aja (terutama para vendor DTG) , tapi identitas dipimedia jangan diiliangin ya, hehe

Apa maksud tanpa media perantara apapun?

DTG termasuk dalam kategori sablon digital. Sablon digital selain DTG, perlu dicetak terlebih dahulu dengan media sejenis kertas atau material khusus. Lalu hasil print tersebut dilekatkan atau ditransfer di permukaan kaos. 

Contoh sablon digital yang menggunakan media transfer adalah sublim, transfer paper, dan polyflex. Sedangkan untuk teknik DTG, kaos akan dicetak langsung pada mesin printer. 

Printer DTG rakitan baik lokal maupun impor biasanya merupakan modifikasi dari printer inkjet untuk kertas, misalnya EPSON R2000 atau EPSON 1390 (seri A3). Meskipun ada juga merek tertentu yang mengeluarkan printer DTG secara resmi, misalnya Brother, Epson (F2000 series), dan Kornit.

Pengertian printer inkjet adalah printer yang cara bekerja dengan cara menyemprotkan tinta melewati lubang-lubang mikro pada Printheadnya. 

Perbedaan printer DTG dengan printer inkjet untuk kertas terletak di konstruksi teknisnya. Pada printer kertas, media dimasukkan secara horizontal dari atas. Sedangkan pada printer DTG, media didorong masuk secara horizontal di bawah printhead.

PEMISAHAN WARNA

Printer DTG menggunakan jenis tinta tekstil dan umumnya terdiri dari 5 warna dasar. Warna tersebut terdiri dari CMYK (Cyan Magenta Yellow Key/Black) dan W (White).

Warna CMYK akan langsung nampak jika diaplikasikan di atas kain berwarna putih. Namun, jika kain yang akan dicetak berwarna gelap atau hitam maka dibutuhkan tinta White. Sebab tinta CMYK tidak cukup kuat untuk muncul di media/kain berwarna hitam maupun gelap. Sedangkan tinta White memiliki karakteristik lebih kental, sehingga mampu menutup warna asli kain dan menjadi landasan untuk mengaplikasikan tinta CMYK.

Jika printer tanpa tinta White digunakan untuk mencetak di atas kain berwarna bukan putih, maka warna putih dari desain akan mengikuti warna kain. Sedangkan warna CMYKnya akan terpengaruh warna kain. 

Ada cara mudah untuk memperkirakan hasil cetak disain dengan kain berwarna tapi tanpa tinta putih.

Caranya adalah dengan melalui piranti lunak Photosop. Ciptakan dua layerLayer pertama berisi disain dengan layer style NormalLayer kedua di bawahnya berisi warna kain atau media. Selanjutnya layer desain diberi efek Multiply.  

Proses:

Hasil akhir:

Karakteristik hasil cetak DTG tanpa tinta putih adalah meresap langsung ke pori-pori kain. Sehingga akan terasa halus bila diraba. Sedangkan jika menggunakan tinta putih maka berasa ada lapisan karet tipis yang menutupi pori-pori kain. 

KEUNGGULAN CETAK DTG

Dengan adanya teknik cetak DTG, memungkinkan kita untuk mencetak desain pada media kaos katun atau kain tanpa minimum order. Mau pesen satuan, mau pesen selusin, bisa dong.

Selain itu kita bisa mencetak desain-desain yang kaya akan warna maupun gradasi. Jadi untuk desain yang kaya akan warna seperti foto, sangat memungkinkan dicetak dengan mudah, cepat dan detail.

Nah, sementara itu dulu gambaran umum tentang teknik DTG. Kalau ingin tau lebih mendalam bisa pantau lewat artikel di web kami ini.

Kalau masih penasaran sama hasilnya, mending langsung order aja yuk.